Para Santri Belajar dalam Berbagai Lomba

Sepanjang rentang bulan Januari sampai dengan bulan Maret beberapa perwakilan santri Fathan Mubina mengikuti berbagai perlombaan yang diadakan oleh sekolah-sekolah di luar pondok pesantren. Di antara perlombaan-perlombaan tersebut adalah Kristal Muharram yang diadakan MAN 2 Kota Bogor, Olimpiade MAFIKIB di Sekolah Menengah Kimia Bogor (SMAKBO), dan Education Fair di Pondok Pesantren Al-Kahfi Cigombong.

Pada acara Kristal Muharram di MAN 2 Kota Bogor, Fathan Mubina mengutus para santrinya untuk mengikuti berbagai cabang yang dilombakan. Di antaranya adalah Lomba Tahfidz al-Qur’an tingkat SMP dan SMA, Lomba Cerdas Cermat tingkat SMP dan SMA dan lomba Kaligrafi tingkat SMP dan SMA. Para santri yang diutus untuk mengikuti perlombaan tersebut di antaranya telah berhasil memenangkan beberapa cabang, untuk lomba Tahfidz al-Qur’an tingkat SMA Asep Maulana meraih juara II, untuk Lomba Cerdas Cermat tingkat SMP, Guslan Saputra, Ma’mun Murod dan Nauval Afdlila meraih juara II, sementara untuk tingkat SMA, Ilham Ayatullah Habibie, M. Awaluddin Fikry, Khoirulloh meraih juara III, dan terakhir untuk perlombaan Kaligrafi tingkat SMP, Gufroni Sholeh meraih juara II.

Sementara Olimpiade MAFIKIB yang diadakan di SMAKBO. Utusan dari pondok pesantren yaitu Imanul Jihad, Ma’mun Murod dan Izzuddin Prawiranegara berhasil lolos ke babak semi final. Olimpiade yang mengundang sekolah-sekolah sebanyak 3 provinsi ini diikuti oleh sekitar 65 regu dari berbagai sekolah di provinsi Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Dari hasil babak penyisihan hanya diambil 16 besar, dan regu dari pondok pesantren Fathan Mubina menduduki peringkat ke 11, sementara posisi yang lain ditempati oleh sekolah-sekolah umum.

Untuk keikutsertaan para santri di dalam acara Education Fair yang diadakan oleh Ponpes Al-Kahfi, pondok pesantren Fathan Mubina mengirimkan satu regu untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat yang diwakili oleh Adinda Kamilah, Shella Khoerunnisa dan Asri Maulida mereka pun berhasil meraih juara ke-2. Sementara posisi juara ke-1 ditempati oleh perwakilan dari ponpes Al-Kahfi sendiri dan posisi ke-3 ditempati oleh perwakilan dari ponpes Ummul Quro.

Ustadz Suhendra dari biro pengajaran mengatakan “sebenarnya tujuan kita mengikuti serangkaian perlombaan ini adalah untuk menguji potensi sekaligus media tolak ukur kita, sudah sejauh manakah kualitas pengajaran yang telah diberikan kepada peserta didik. Adapun urusan kalah atau menang itu nomor kedua, karena proses itu kan lebih utama daripada hasil. Saya harus mengakui dengan tegas bahwa para peserta yang kita kirim tidaklah asal tunjuk, biasanya kita mengadakan audisi terlebih dahulu dari para santri, dan santri yang meraih nilai tertinggi akan kita utus. Mereka yang berhasil dari proses audisi kita latih setiap hari, setelah shubuh sampai jam 6, setelah dzuhur sampai Ashar, Setelah Ashar sampai Maghrib dan Setelah Isya sampai larut malam, dan itu kita lakukan selama satu atau dua minggu sebelum perlombaan, bahkan para peserta olimpiade kita pisahkan tidurnya saat pembinaan, semua itu kita lakukan dengan maksimal, masalah hasil itu ya nomor dua, yang penting usaha dulu,” jelasnya tegas.

Ustadz Syahrul yang juga ikut terlibat dalam proses pembinaan juga menjelaskan “Intinya perlombaan apapun harus kita ikuti, ya tentunya sesuai dengan bidang kita, keikutsertaan kita itu salah satunya untuk membuat para santri kita berpengalaman di dalam perlombaan dan secara tidak langsung mendidik mereka untuk memiliki jiwa pantang menyerah, siap menang dan siap juga kalah” paparnya mantap.

Tinggalkan komentar

Pondok Pesantren Fathan Mubina

Pondok Pesantren Fathan Mubina