Peringatan Kemerdekaan RI ke-71

“Kemerdekaan bagi pesantren itu adalah bebas dalam menjalankan pendidikan atau dalam mentransfer ilmu agama di kalangan para santri serta diberikan kenyaman. Karena ketika kita dalam kondisi terjajah, menuntut ilmu itu sangat terbatas, banyak larangan dan dibubarkan oleh penjajah. Seperti cerita orang tua kita dulu, bahwa belajar itu harus sembunyi-sembunyi, bahkan bukan ditempat yang layak. Maka dalam kemerdekaan ini, pondok pesantren alhamdulillah diberikan kebebasan dan kenyamanan dalam mendidik santri-santrinya dalam menuntut ilmu.” Begitulah pendapat yang disampaikan oleh Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Fathan Mubina, Ustadz H. Chairuman Kamal, MA, saat tim FM Jurnalis mewawancarai beliau setelah Upacara Peringatan HUT RI yang ke 71 ini.

Pada Upacara Peringatan ini, seluruh siswa Fathan Mubina, mulai dari siswa Madrasah Ibtidaiyyah, Tsanawiyyah, Aliyyah, para santriwan dan santriwati, Asatidz dan Ustadzat, serta seluruh staff Pondok Pesantren Fathan Mubina berkumpul untuk mengadakan Upacara yang diselenggarakan di Lapangan Ponpes Fathan Mubina. Upacara dimulai pukul 09.00 WIB. Pada saat itu, Pimpinan Pondok Pesantren Fathan Mubina yang menjadi Pembina Upacara. Upacara berlangsung dengan khidmat, meskipun dipertengahan acara, ada beberapa peserta upacara yang mengalami gangguan kesehatan, dan langsung ditangani oleh tim medis.

Setelah prosesi upacara selesai, diadakan berbagai perlombaan untuk para siswa dan juga santri yang dilangsungkan selama 2 hari, yaitu tanggal 17 – 18 Agustus 2016. “Rentetan kegiatan pada hari kemerdekaan bukan hanya untuk bersenang-senang atau hura-hura apalagi jika diwarnai dengan hal-hal yang menjerumus kepada kemaksiatan, tapi sebagai rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diberikan kepada Bangsa Indonesia,”  ujar Bapak Pimpinan.

Beliau kemudian berpesan kepada para santri bahwa kemerdekaan ini merupakan hasil perjuangan dari para pejuang yang mayoritas adalah pejuang-pejuang muslim dan para kyai dan ulama, maka dari itu para santri haruslah melanjutkan perjuangan mereka, tidak hanya di dalam pesantren, tetapi juga harus berkiprah di segala aspek kehidupan ini dan siap membela negara ini serta memiliki rasa cinta yang besar kepada tanah air.

Masa Ta’aruf Santri (Masta’ari) 2016

Memasuki tahun ajaran baru 2016/2017, Pondok Pesantren Fathan Mubina menerima sekitar 196 santri baru yang terdiri dari 150 santri Kelas I SMP putra dan putri, serta 46 santri kelas I’dadi (kelas intensif) putra dan putri. Pada tanggal 20 Juli 2016, para santri baru serentak datang dari berbagai daerah masing – masing mulai dari Sabang sampai Marauke.  Pada saat baru pertama kali datang ke pondok, santri baru harus beradaptasi dahulu dengan mengenal pondok, lingkungan, aturan, serta segala sesuatu tentang Pondok Pesantren Fathan Mubina. Maka dari itu, dilaksanakanlah kegiatan Masta’ari (Masa Ta’aruf Santri) atau biasa dikenal dengan Masa Orientasi Siswa (MOS).

Masta’ari dilaksanakan selama empat hari mulai tanggal 21 – 24 Juli 2016, yang diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari pemberian materi pengenalan Pondok Pesantren Fathan Mubina, serta yang paling disukai oleh para santri baru yaitu games-games interaktif serta Outbond. Kegiatan – kegiatan tersebut selain ditujukan untuk mengenalkan Fathan Mubina kepada para santri baru, juga bertujuan untuk memberikan kesan yang menyenangkan kepada mereka pada masa awal mereka ‘nyantri.’

Sebagai bentuk peresmian santri baru 2016, maka pada hari terakhir Masta’ari, dilakukan penyematan secara simbolis kepada santri baru yang diberikan langsung oleh Bapak Pimpinan Pondok, H. Chairuman Kamal, MA, yang dilanjutkan dengan pembacaan ikrar santri yang diikuti oleh seluruh santri baru. Dengan penyematan dan pembacaan ikrar ini, maka telah resmilah mereka menjadi santri Fathan Mubina.

Praktikum Pembuatan Sabun

Menjadi santri bukan hanya selalu pintar dalam ilmu agama saja, tapi juga dibalut dengan kecerdasan sains dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk membuat sabun.

Sabun merupakan kebutuhan pokok setiap insan dewasa ini. Membuat sabun tidak hanya mempelajari bagaimana reaksi kimia dan ilmu sains lainnya bekerja tetapi juga memberikan peluang bagi santri untuk berwirausaha. Sabun bisa menjadi salah satu bidang yang bisa dikembangkan menjadi usaha dan bekal bagi santri Fathan Mubina kedepannya.

Didampingi oleh guru mata pelajaran Kimia, ustadzah Wahyuni, S. Pd. Gr  santriwan kelas XI MIPA telah melaksanakan praktikum pembuatan sabun opac atau sabun batang yang dilaksanakan di Laboratorium MIPA Fathan Mubina. Diharapkan praktikum tersebut menjadi ilmu yang bermanfaat bagi santriwan Fathan Mubina, menambah wawasan dan pengetahuan di bidang sains dan teknologi.

Kisi-kisi Tes Masuk Pondok Pesantren Fathan Mubina Tahun Pelajaran 2016/2017

Untuk memudahkan para calon santri dalam mempersiapkan diri menghadapi tes masuk Pondok Pesantren Fathan Mubina untuk Tahun Ajaran 2016/2017, panitia pendaftaran santri baru memberikan beberapa kisi setiap materi yang diujikan agar para calon santri lebih siap menghadapinya.

Berikut adalah kisi-kisi materi terkait:

  1. Tes Tulis
    1. Matematika
      1. Kisi-kisi Matematika SMP
        1. Operasi bilangan bulat
        2. Operasi bilangan pecahan
        3. Luas dan keliling bangun datar
        4. Statistika (rata-rata, modus dan median)
        5. Mengubah persen ke dalam bilangan desimal dan sebaliknya
      2. Kisi-kisi Matematika SMA
        1. Operasi bilangan bulat
        2. Ppersamaan linear satu variabel
        3. Persamaan linear dua variabel
        4. Persamaan garis lurus
        5. Luas dan volume bangun ruang
        6. Statistika
        7. Barisan dan d9eret
        8. Peluang
    2. Bahasa Inggris
      1. Grammar
        1. Parts of speech
        2. Translating
      2. Short conversation
        1. How to express
        2. How to respond
      3. Reading
        1. Genre of text
        2. Paraghraph completion
      4. Glossaries
        1. Time reading
        2. Things around us
        3. Jumbled words
    3. Bahasa Arab
      1. Imla
        1. Menulis salah satu surat di antara surat Alkafiruun s/d Annas (SMP)
        2. Menulis salah satu surat di antara surat Attakatsur s/d Annas (SMA)
          Catatan : kemampuan menulis arab adalah syarat mutlak kelulusan.
      2. Tanya jawab
        1. Perkenalan
        2. Tentang benda benda di kelas (SMP)
        3. Tentang benda benda di rumah (SMA)
      3. Terjamah
        1. Menerjemahkan kalimat-kalimat ringan dari bahasa arab ke bahasa indonesia
          catatan : test kemampuan percakapan arab inggris dikenakan kepada calon santri pindahan dari pesantren atau yang ingin langsung duduk di kelas.
  2. Tes Lisan
    1. Al Qur`an
      1. Membaca Al Qur`an
        Catatan : kemampuan membaca alquran syarat mutlak kelulusan
      2. Tajwid : nun sukun dan tanwin, mim sukun (SMP)
      3. Tajwid : nun sukun dan tanwin, mim sukun, madd (SMA)
      4. Hafalan (jika ada)
    2. Praktek dan bacaan sholat
    3. Doa-doa
      1. Doa untuk kedua orang tua
      2. Doa kebaikian dunia akhirat
      3. Doa mohon ditambah ilmu dan pemahaman
      4. Doa hendak tidur dan bangun tidur
      5. Doa hendak makan dan setelah makan
      6. Doa masuk dan keluar rumah
      7. Doa masuk dan keluar masjid
      8. Doa setelah adzan
      9. Doa masuk dan keluar wc
      10. Doa memakai pakaian

LPJ, Penyerahan jabatan dan Pelantikan Osfama 2016/2017

Jum’at 22 Januari 2016 merupakan moment bersejarah bagi seluruh santriwan/i Fathan Mubina, terutama kelas 5 (11). Hari dimana terbentuknya kepengurusan baru bagi Organisasi Santri Fathan Mubina. Setelah Laporan Pertanggungjawaban yang dilaksanakan sehari sebelumnya, digelarlah pelepasan dan penyerahan jabatan dari OSFAMA lama kepada OSFAMA baru. Tentu jalan yang harus dilalui sebagai pemegang amanah tidaklah mudah, selain tugas belajar sebagaimana mestinya, mereka dituntut pula untuk berorganisasi. Beban amanah mereka bertambah, mereka harus belajar bijaksana dalam mengambil keputusan dan belajar menjadi pemimpin. Sebagaimana nasehat pimpinan pondok dalam sambutannya bahwa OSFAMA adalah ajang untuk belajar menjadi pemimpin sebelum menjadi pemimpin yang sebenarnya.

Rangkaian acara ini terdiri dari :

  1. Orasi dari calon ketua OSFAMA
  2. Pemungutan suara
  3. Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban dari pengurus OSFAMA lama
  4. Pelantikan OSFAMA baru oleh pimpinan Pesantren Fathan Mubina
  5. Sesi penutupan dan foto bersama

Kepada OSFAMA lama, terima kasih telah menjadi bagian dari ujung tombak estafet organisasi sekolah dan terima kasih telah berkorban banyak hal demi kemajuan pondok kita tercinta. Semoga Allah membalas segala amal kebaikannya pahala yang berlipat-ganda.

Kepada OSFAMA baru, selamat berjuang. Selamat mencicipi pahit manisnya perjuangan berorganisasi. Selamat mengemban amanah demi kemajuan dan kemenangan kita semua. Berjuanglah, semangatlah, ikhlaslah, dan jalankan amanah sebaik mungkin.

Masa Ta’aruf Santri (Masta’arri) 2015

Layaknya sebuah lembaga pendidikan, Pondok Pesantren Fathan Mubina pun memiliki acara khusus tahunan, untuk memperkenalkan kepada santri baru seluruh rangkaian kegiatan di Pondok Pesantren Fathan Mubina, mulai dari sejarah berdirinya Fathan Mubina, tokoh pendiri, dewan guru, aktifitas harian santri, bahkan santri rintisan yang mengiringi lahirnya Fathan Mubina pun menjadi topic menarik untuk dibahas dalam kuliah ta’aruf, belum lagi cerita suka dan duka, tertawa dan nestapa santri Assabiqunal Awalun juga sangat menginsprisari bagi santri yangnotabene baru tahu kehidupan di dunia Pesantren.

Masa ta’aruf santri yang lebih dikenal sebagai Masta’ari juga diisi dengan kegiatanhappy dan fun agar terasa tidak membosankan seperti perlombaan-perlombaan ringan, balap karung, tarik tambang, dan hacking. Mengingat santri baru adalah anak-anak yang baru berpisah dengan kedua orang tuanya, belajar mandiri jauh dari sanak family sangat dimaklumi jika sebagian ada yang merasa sedih, bosan dan tidak betah, bahkan ada yang menangis dan ingin pulang.

Alhamdulillah semua santri mengikuti dengan antusias, dimulai dari tanggal 3 s.d. 8 Agustus 2015. Semoga seluruh rangkain kegiatan Masta’ari menjadi ajang silaturahim antar santri lama dan baru, dan bekal untuk menyemangati dan memotivasi santri untuk semakin giat belajar.

Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2015/2016

A. Persyaratan Calon Santri

No Persyaratan
1. Putra/Putri lulusan MI/SDN/SDIT untuk tingkat SMP Islam Terpadu dan lulusan MTs/SMPN/SMPIT untuk tingkat SMA Islam Terpadu.
2. Membeli Formulir (harga Rp. 200.000,-) dan mendaftarkan diri sebagai peserta tes seleksi santri baru.
3. Mampu membaca al-Qur’an dan huruf latin dengan baik.
4. Menyerahkan raport terakhir yang diterima sebelum mendaftar.
5. Sanggup mengikuti tes seleksi santri baru.

B. Waktu dan Lokasi Pendaftaran

Pukul 08.00 – 16.00 WIB
Tempat Kampus Pondok Pesantren Fathan Mubina
Masa Pendaftaran Terbuka sampai dengan kuota terpenuhi.
Kontak Personal Panitia Penerimaan Santri Baru (PPSB) Pondok Pesantren Fathan Mubina :

0821 1202 1127
0812 1952 9500

C. Biaya Pendidikan Tahun Ajaran 2015/2016

Biaya Nilai Keterangan
Biaya Awal 3.070.000
Biaya perlengkapan asrama perdana 2.330.000 Selama masa pendidikan di Fathan Mubina
Infaq pembangunan 4.000.000
Uang seragam khas / 3 tahun 500.000
Infaq bulanan: Juli – Desember 2015 950.000
Infaq bulanan: Januari – Juni 2016 1.050.000

Keterangan

  1. Biaya pendidikan di atas belum termasuk biaya buku penunjang pelajaran
  2. Terbuka kesempatan mendapatkan voucher pendidikan senilai Rp. 600.000,- sampai dengan Rp. 1.800.000,- (syarat dan ketentuan berlaku)
  3. Terbuka kesempatan mendapatkan beasiswa “Ashabul Fath” dan “Persiapan/I’dadi” dengan syarat-syarat berikut :
    1. Lulusan SMP/MTs berijazah formal maksimal TP 2014/2015.
    2. Dapat menulis Aaksara arab dan membaca Al Qur`an dengan baik.
    3. Berminat dan mampu menghapal Al Qur`an.
    4. Lulus tes masuk Pondok Pesantren Fathan Mubina.
    5. dari kalangan keluarga dhu’afa`.
  4. Masa pendaftaran untuk Beasiswa
    1. Gelombang I
      Tutup : 18 Maret 2015
      Tes Seleksi : 19 – 22 Maret 2015
    2. Gelombang II
      Tutup : 13 Mei 2015
      Tes Seleksi : 14 – 17 Mei 2015

Camping 2013: Pangrango Camp Lembah Neundeut

Selasa 29 oktober 2013, tepatnya pukul 07:00, tampak para santri FM, baik putra maupun putri sedang bersiap-siap untuk pergi berkemping ria. Acara ini dimulai dengan upacara pelepasan yang diisi dengan sambutan oleh ustadz Dadan Abdullah, setelah itu langsung berangkat menuju bumi perkemahan yang tadinya di daerah Cidahu, Sukabumi diganti di daerah Mega Mendung, namun diubah karena salah satu jalan menuju Cidahu tertimbun longsor dan perlu waktu lama untuk menuju kesana sekitar 4 jam. Tapi tidak apa, dimanapun tempatnya tak jadi masalah yang penting bergembira-ria.

Acara kemping gembira ini memang agenda rutin setiap tahun Pondok Pesantren Fathan Mubina yang bertujuan untuk refreshing, mengenalkan alam kepada para santri,belajar bertahan hidup,dan banyak pelajaran yang dapat kita ambil di kemping ini seperti belajar kekompakan, kedisiplinan, solidaritas dan kesetiakawanan, serta masih banyak lagi manfaat yang kita dapat.

Panitia yang beranggotakan dari 5QUAD (kelas 5 putra) telah menyiapkan berbagai macam game-game yang seru seperti bola, eat bulaga, missing lyrics, benteng Takeshi, dan banyak permainan yang seru lainya.

Malam kedua, tepatnya malam Kamis santri SMP diperintahkan memakai seragam pramuka lengkap dalam rangka untuk melakukan pelantikan, padahal panitia telah menyiapkan untuk acara  jerit malam. Jam  setengah satu para santri dibangunkan oleh panitia langsung satu per satu santri melewati trek jerit malam, baru pos pertama suara teriakan mulai berkumandang. Apalagi pos 3 yaitu Pos Kuntilanak (dengan mukenah yang tergantung). Pos terakhir para santri disuruh untuk menunggu di kuburan. Para santri mengangkat tangan dan berdoa. Tidak sedikit yang menangis. Ada juga yang tersesat sampai ke rumah warga. Paginya setelah jerit malam para santri langsung melaksanakan shalat subuh berjamaah dan dilanjutkan pelantikan para penggalang oleh pembina pramuka pondok pesantren Fathan Mubina, Kak Asep Amarullah Syahied.

Setiap kelompok diwajibkan untuk memakai kostum sesuai dengan nama kelompoknya masing masing ada yang jadi Wiro Sableng, Kabayan, Gepeng, dan masih banyak kostum yang lainya. Mereka harus melewati pos yang sudah disediakan dan setiap pos pasti ada tantangan yang berbeda dan pastinya seru. Trek hiking kali ini cukup mudah tidak terjal, sedikit rintangan yang dilalui, dan para santri disuguhkan dengan pemandangan kebun teh yang luas.

Tibalah di acara puncak yaitu api unggun. Panitia sempat kebingungan karena cuaca tidak mendukung dan hujan pun mulai turun. Tapi dengan kesigapan dan kerja keras panitia dan dibantu ketua kelompok akhirnya 2 api unggun pun siap dinyalakan. Sebelum itu acara dibuka dengan sambutan dari ustadz Syahrul Mubarok SH.i dan setelah itu api unggun menyala.Yel-yel anak FM pun berkumandang, tak lupa yel-yel per angkatan pun ikut memeriahkan suasana dari kelas 2,3,4,5. Yel yel dari kelas 6 semakin membuat suasana lebih meriah.

Teit-teit tunggu dulu sebelum itu ada anak-anak kampug yang bikin rebut acara api unggun. Mereka protes katanya acara api unggun mengganggu warga,sempat terjadi baku hantam antara anak kampong dan panitia. Tak ketinggalan di kelompok putri juga terjadi keributan. Beberapa anak kampung diduga mencuri kompor gas dan tabung mereka, tetapi ternyata semua itu kejutan dari panitia yang sudah disiapkan. Setelah itu acara dimulai kembali, dan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba-lomba dan juara  umum setelah itu dilanjutkan pesan dan kesan dari kelas enam dan tak lupa muhasabah dari ustadz Ajat Sudrajat.

Pagi pun tiba, para santri tengah bersiap-siap utuk kembali ke pondok suka cita telah mereka rasakan, berbagai macam tantangan telah mereka lalui, pengalaman telah mereka dapatkan dan kini semua  tinggalah kenangan yang tak terlupakan.

Di semua kegiatan tidak ada orang yang paling penting, yang terpenting adalah melaksanakan kegiatan dengan baik.

Perayaan Idul Adha 1434 H

Tidak jauh dari hari raya i’dul adha tahun sebelumnya, kali ini di Pondok Pesantren Fathan Mubina mengisinya dari berbagai acara. Mulai dari satu hari sebelum datangnya hari raya kurban, semua santri diajak untuk melaksanakan ibadah shaum sunnah arafah. Tepat pada tanggal 10 Dzulhijjah semua warga fathan mubina melaksanakan shalat Id berjamaah dan disambung dengan penyembelihan hewan kurban, serta terakhir tidak kalah pentingnya koordinator pengajaran Pondok Pesantren Fathan Mubina mengadakan agenda rutinan yaitu LCC antar kelas bagi santriwan dan santriwatinya.

Suara takbir bergema di malam perayaan Idul Adha. Para santri semangat bertakbir mengagungkan Asma`Nya. Raut wajah sumringah terlihat jelas di wajah mereka. “Asyik besok kita akan nyate,”sambut salah seorang santri. Diantara mereka juga ada yang sibuk menyiapakan untuk LCC besok. Sebagain lainnya juga merapihkan dan menyiapkan tempat untuk shalat I’dul Adha yang diadakan di gedung sport center.

Setelah pelaksanaan shalat Id berjamaah, setiap orang disibukkan dengan kegiatannya masing-masing. Santri menyiapkan untuk LCC dan para ustadz juga tidak kalah sibuknya, enam ekor sapi siap ditumbangkan untuk disembelih. Dengan jumlah hewan kurban yang cukup banyak, ustadz Wahhab sebagai panitia kurban memutuskan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan selama dua hari karena keterbatasan tenaga hingga panitia pun melibatkan sebagaian osfama untuk ikut campur dalam penyembelihan hewan kurban.

Apapun yang ada di pondok pesantren adalah pendidikan. Dengan dilibatkannya anggota OSFAMA dalam kepanitiaan kurban merupakan salah satu bentuk pendidikan yang ada di pesantren. Dalam kegiatan ini setidaknya mereka mendapat pelajaran bagaimana cara mengurus hewan kurban, dari mulai tata cara penyembelihan, cara mengkuliti, hingga cara bagaimana pendistribusian daging kurban sampai ke tangan masyarakat. Dengan harapan selepas santri keluar dari pesantren, mereka siap dan tidak ragu lagi apabila diminta masyarakat untuk mengurus hewan kurban. Karena ia telah melakukannya di sini, di pondok pesantren fathan mubina.

Sorak suara santri sekali-kali terdengar memenuhi gedungsport center, memberikan semangat bagi teman-teman sekelasnya yang sedang duduk di panggung. Setiap kelas mengutus beberapa anggota kelasnya dalam tiga kategori perlombaan cerdas cermat, yaitu MIPA, PAI , dan Bahasa. Bagi para santri LCC termasuk lomba bergengsi yang ada di Fathan Mubina. Setiap kelas diuji untuk menjawab berbagai macam soal yang sudah disediakan. Disinilah moment yang menentukan siapakkah kelas terbaik antara kelas putra dan putri.

Setiap perlombaan pastinya ada yang menang ada pula yang kalah. Menang atau kalah bukan tujuan, itu hanya sebagai balasan ataupun hadiah. Melalui LCC santri dilatih untuk berkompetisi dalam kebaikan. Apapun hasilnya nanti, ia dapat menerimanya dengan lapang dada. Yang terpenting adalah melakukan yang terbaik. Feel good, be good and do good.

Persiapan Adminsitrasi dan Perlengkapan untuk Santri Baru Tahun Pelajaran 2013/2014

A. Persiapan Administrasi

  1. Fotocopy legalisir ijazah 3 lembar
  2. Fotocopy legalisir SKHU 2 lembar
  3. Fotocopy akte kelahiran
  4. Pas photo hitam putih ukuran (2 x 3 sebanyak 4 lembar; 3 x 4 sebanyak 6 lembar)
  5. Surat keterangan sehat dari dokter
  6. surat keterangan kelakuan baik (SKKB) (khusus tingkat SMA/MA)
  7. surat keterangan bebas narkoba (khusus tingkat SMA/MA)
  8. fotocopy kartu NISN (Nomor Induk Siswa Nasional)

B. Perlengkapan santri

  1. Peralatan belajar (buku tulis, pena dll)
  2. Pakaian sekolah
    • Putra tingkat SMP
      • Baju putih tangan panjang,
      • Celana panjang warna putih, biru dongker dan hitam
      • Sepatu sekolah (cat/pantopel) warna hitam dan sepatu olahraga
      • Pakaian Pramuka
    • Putri tingkat SMP
      • Baju kurung putih,
      • Rok putih putih, biru dongker dan hitam
      • Kerudung persegi empat warna putih dan hitam
      • Sepatu sekolah (cat/pantopel) dan sepatu olahraga
      • Pakaian Pramuka
      • Pakaian harian (gamis nonmodis)
  1. Al Qur`an hafalan (Al Qur`an Madinah)
  2. Peralatan mandi, makan,tidur (kasur no 4 [2 x 90]), bantal, selimut, dan lainnya)
  3. perlengkapan shalat (sarung, sajadah, dan peci haji warna putih)
  4. pakaian keseharian yang sesuai (tidak boleh yang berbahan levis)
  5. pakaian renang islami

Catatan:

  1. Hari ahad, 14 juli 2013, Santri baru harus sudah berada di pondok pesantren dengan membawa persyaratan yang berlaku.
  2. Santri boleh datang ke pondok sebelum hari yang ditentukan
Pondok Pesantren Fathan Mubina

Pondok Pesantren Fathan Mubina